
Perkembangan Alin pun terasa pesat sekali. Umur dua bulan Alin sudah terlihat murah senyum, sesekali tertawa kalau dia anggap lucu. Kalau ditidurkan tengkurap selalu mencoba menengadahkan kepalanya. Ocehan tak jelas juga mulai keluar dari mulutnya yang sensual. Kakinya paling rajin ditendang-tendang.
Umur tiga bulan ocehannya panjang, makin keras, dan masih tak jelas. Sepertinya dia gemar ngobrol dan mendongeng. Sayangnya, kita masih belum tahu, bahasa apa yang dia gunakan. Umur tiga bulan ini juga Alin ngotot mencoba menghisap jarinya, walau bundanya berkali-kali bilang, belum saatnya Nak. Kalau dia mau menghisap jari, dengan konsentrasi oenuh dia berusaha mempertemukan kedua telapak tangan tepat di depan matanya. Kalau sudah menyatu, kedua tangannya saling menggenggam kemudian pelan-pelan dia arahkan ke mulutnya. Sulit sekali memang, karena motoriknya memang belum terlatih. Tapi dia tak pernah putus asa. Begitu salah satu jari menyentuh mulutnya, dia akan mulai menjilat-jilat dan menghisap sekenanya.
Usia empat bulan, alin semakin sibuk. Ocehannya makin nyaring, kadang berteriak melengking. Sudah jarang sekali menangis kecuali kalau dia lapar. Kalau dia tidak nyaman atau tidak suka, sebagai ganti tangisan dia akan mengoceh seakan mengomel dan mengajukan komplain. Gawatnya, sejak masih pake popok, Alin tidak pernah nagis kalau pipis ataupun pup. Dia nyantai aja, walaupun udah basah, belepotan dan ayah bundanya menahan bau yang tak sedap. Kalau sedang tidur ayah bundanya harus rajin memeriksa popoknya, karena dia akan tetap terlelap dengan cueknya walaupun popok sudah banjir. Apalagi setelah dia mulai menggunakan diapers, tambah nyantai aja dia. Diam-diam, senyum-senyum, tau-tau bau aja. Umur empat bulan ini juga Alin makin tidak betah tidur terlentang. Selalu berusaha untuk berguling tengkurap. Dan kalau dilarang, dia akan teriak-teriak ngomel gak karuan. Tapi lehernya makin kuat menopang kepalanya dengan tegak. Sesekali dia juga berusaha mencoba merangkak, walaupun berkali-kali neneknya mengingatkan kalo merangkak itu untuk usia enam bulan. Menghisap jari juga makin mahir, walaupun harus menyatukan kedua telapak tangan terlebih dahulu.
Usia lima bulan, ocehannya makin menjadi-jadi. Kalau sebelumnya hanya vokal saja yang keluar, kini dia mulai mengenal konsonan N, P dan B (dengan sedikit menyemburkan ludah) dan kadang-kadang G dan NG. Di usia ini Alin sudah bisa menghisap jari langsung satu tangan, terkadang langsung mengarahkan ibu jarinya ke mulut. Kini dia makin suka mengeksplor kamar dan rumah. Berusaha menggapai dan menyentuh benda, meraba teksturnya dan merasakan sensasi genggaman.Dia juga makin rajin merangkak dan marah kalau ditidurkan terlentang (kecuali kalau akan menyusu). Kalau sedang mencoba merangkak dia akan berupaya sekuat tenaga. Dimulai dengan onggong-onggong, kemudian mulai mengarah ke depan (walau masih lebih sering mundurnya, daripada maju). Dia akan terus mencoba sampai kelelahan sendiri. Kelihatannya dia punya deadline sendiri, masuk usia enam bulan sudah harus bisa merangkak dengan lancar. Kadang-kadang bundanya harus mengingatkannya kembali,”Alin, kamu tuh baru lima bulan, Nak!”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar