On a waggon bound for market
there`s a calf with a mournful eye.
High above him there`s a swallow,
winging swiftly through the sky.
How the winds are laughing,
they laugh with all their might.
Laugh and laugh the whole day through,
and half the summer`s night.
Donna, Donna, Donna, Donna; Donna, Donna, Donna, Don.
Donna, Donna, Donna, Donna; Donna, Donna, Donna, Don.
"Stop complaining!“ said the farmer,
Who told you a calf to be ?
Why don`t you have wings to fly with,
like the swallow so proud and free?“
(back to Chorus)
Calves are easily bound and slaughtered,
never knowing the reason why.
But whoever treasures freedom,
like the swallow has learned to fly.
(back to Chorus)
(Joan Baez)
Kenapa Donna-Donna? Karena ini lagu favoritnya Alin untuk pengantar tidur. Ayahnya Alin udah coba berbagai lagu, dari lagu the Beatles, Bon Jovi, sampai Metallica, hanya lagunya Joan Baez ini yang kena di hatinya. Kalo lagu lain dinyanyiin, biar udah setengah jam digendong dan ditimang-timang tetap aja si Alin gak mao tidur. Akhirnya malah bikin ayahnya pegal. Heran juga sih, giliran lagu Donna-Donna koq si Alin malah anteng ya. Biasanya gak sampe seperempat jam dengar lagu ini sambil ditimang, dia langsung pulas. Kadang-kadang kalo lagi capek n ngantuk, atau kalo lagi jadi anak manis, si ALin gak usah ditimang-timang tidur sendiri. Paling bundanya cuma nemanin sambil ngipas-ngipas dikit. Tapi kalo lagi rewel, tugas nidurin Alin diserahkan ke ayah, dengan lagu andalannya Donna-Donna. Kayaknya selera musik si Alin lumayan tinggi deh. Gimana kagak, ini lagu yang udah puluhan tahun diperdengarkan. Ini salah satu lagu kesukaannya Soe Hok Gie. Gak heran kalo Riri Reza memasukkannya jadi salah satu soundtrack di film "Gie". Kalo dilihat liriknya juga, jangan-jangan mencerminkan kepribadian si Alin, hehehe.
Lagunya bisa didengar di http://www.youtube.com/watch?v=-ySgIZCW1Uk&feature=related
Minggu, 01 Maret 2009
Langganan:
Komentar (Atom)
