Selasa, 30 Desember 2008

s i k l u s

Mengalirlah anakku

Mengalirlah dari mataku

Jelajahi dunia ini kemana engkau suka

Biarlah keteguhan hatimu tentukan arahmu

Ke kiri, ke kanan, utara atau selatan

Asalkan kau tetap menuju hilir

Kesanalah cita-citamu bermuara

Lihat, betapa eloknya engkau anakku

Berkilau diterpa sinar mentari pagi

Meliuk-liuk di bawah lembah sunyi

Bergemericik di antara bebatuan

Bergemuruh menerjuni ngarai di ketinggian

Mengalirlah anakku

Lekas beranjaklah kau dari hulu

Alirilah dunia dengan berkahmu

Di sana kehidupan membutuhkanmu

Semua makhluk mengharap kehadiranmu

Bergabunglah dengan kawan-kawanmu

Membentuk arus memberi daya hidup

Berikan manfaat untuk kemaslahatan umat

Untuk irigasi ataupun pembangkit energi

Biarlah mereka membendungmu

Toh engkau takkan surut atau kembali ke hulu

Terjanglah dengan dayamu

Atau menyelinaplah melalui celah


Kelak saat kau dewasa

Banyak yang akan memanfaatkanmu

Mengarungi permukaanmu

Ataupun menyelami kedalamanmu

Untuk transportasi ataupun sekedar konsumsi

Dan suatu hari nanti

Setelah cita-citamu tercapai

Engkau akan kembali lagi ke hulu

Karena demikianlah daur hidupmu

(Roelus Hartawan, Siklus, 2000)

*I wrote this poem in 1996, long before you came. Since you were born, this become more relevant...
(Complete anthology of the poem available on SIKLUS )

Jumat, 19 Desember 2008

ASI Bunda ......

ASI bunda kok sedikit ya ?
cari informasi , dapat di http://hericz.net/2007/10/bayi-asi-dan-laktasi/
kaget deh!..yang thread itu Bapak2, seru dan bikin bunda semangat untuk lebih rajin memperhatikan gizi ASI untuk kamu,
ASI bunda sedikit ..? mungkin makan nya harus lebih banyak yang mengandung bahan-bahan penambah ASI , daun katuk dan sayuran lainnya,
Alinula sayaaaaaang......
Bunda semangat! mau kasih ASI yang terbaik untuk mu ...
Doa-kan Bunda yaaaaaa sayang ku!
I love u !

ps.
Ayah, kita kangen ayah banged! musm!

Sabtu, 29 November 2008

Working MOM ...I'm sorry myalinula sayang...



Haruskah Bunda mengeluh ? karena kembali bekerja
Kehilangan waktu bersamamu setiap hari kerja
Ach ..Alinula sayaaang…anak bunda…

Alinula sayang, genap tiga bulan sudah tanggal 22 November kemarin.
Kamu semakin pinter, semakin endut, semakin manja anaku sayaang….
Tapi Bunda sedih tidak bisa melihat kemajuan dirimu sehari hari karena harus kembali bekerja. Yang membuat lebih sedih lagi, Bunda tidak bisa memberikan ASI setiap jam bilamana kamu haus sayaang. Bunda harus memberikan susu formula , tapi Alhamdulilah, dirimu begitu anteng dan baik , mau menyusu dari botol , untunglah Mama Mully selalu sabar menghadapimu nak walaupun Bunda tidak dirumah.

Alinula sayang, sekarang badanmu semakin tinggi, pipimu semakin chubby, lipatanlipatan dipaha mu semakin banyak, matamu mengerling semakin tajam dan indah , bibir sexy turunan ayah alun semakin memerah delima, cantik sekali kamu nak ….

Sabtu Minggu adalah hari Bunda dan Alin, sayang …bulan nov & dec ini ayah harus tugas dibawah kaki langit yang berwarna keSUMBA, hanya kita berdua nak …Ach tak habisnya Bunda ciumin Alin kalolagi gemez …biarin merah pipinya ..he he he …abis bunda gemez banget!

Alinula sayaang…. Kita harus sabar ya nak, seperti mama mully bilang “hidup adalah proses belajar dan berjuang tanpa batas”…berarti saat ini Bunda dan Ayah harus berjuang untuk Alin , Alin harus belajar untuk sabar yach …

Alinula anaku sayang,
Buah cinta Ayah dan Bunda
Kelak nanti engkau dewasa,
Akan pergi kepenjuru mata angin
Melanglang buana
Mengarungi samudera hidup
Menepi di Pulau pulau
Dan bercerita kepada burung camar
Hidup itu indah ...
Buka mata dan telinga ...
Tambah wawasan dan tawakal ...kuncinya!




Senin, 20 Oktober 2008

Our Family



Alin and her small world

Here is a little refreshment picture from our daughter, Alin.

The fish has become the center of her small world, now.

She keeps staring at it and wondering, when is the time she can reach it and grab it.

Senin, 06 Oktober 2008

On Children

And a woman who held a babe against her bosom said, "Speak to us of Children."

And he said:

Your children are not your children.

They are the sons and daughters of Life's longing for itself.

They come through you but not from you,

And though they are with you, yet they belong not to you.

You may give them your love but not your thoughts.

For they have their own thoughts.

You may house their bodies but not their souls,

For their souls dwell in the house of tomorrow, which you cannot visit,

not even in your dreams.

You may strive to be like them, but seek not to make them like you.

For life goes not backward nor tarries with yesterday.

You are the bows from which your children as living arrows are sent forth.

The archer sees the mark upon the path of the infinite, and He bends you with His might that His arrows may go swift and far.

Let your bending in the archer's hand be for gladness;

For even as he loves the arrow that flies, so He loves also the bow that is stable.


From Kahlil Gibran, “The Prophet” 1923








Sabtu, 06 September 2008

Alin's Journey Part I

Sudah 16 hari Adik Alin menghiasi hari-hari Ayah dan Bunda di dunia ini. Rasanya baru kemarin Bunda masih bawa Alin diperut Bunda yang bunciiitt cit cit cit ..he he he... naik angkot, naik ojek, naik kereta api, naik motor Om Budi yang gak ada remnya, naik Kopaja 612 yang gubrak gubrak dari Tebet ke Ampera dengan waktu tempuh setaraf Jakarta~Bogor, panas-panasan ditengah teriknya matahari dan kepanasan gara gara kantor baru yang belum dipasang AC tapi kekeuh di tempatin..he he he ... naik 3 lantai (which is 6 tikungan) untuk sampai ke meja kerja Bunda..ugh myAlin dengan harapan kamu akan menjadi bayi yang yang paling tough deh!

Awal-awal bunda hamil kamu, sering mo pingsan, tapi Bunda gak ngalamin morning sickness seperti mommy yang lain tapi evening sickness (pas pulang kantor - diatas ojek). Bunda ngidamnya yang enak-enak he he he... italian food and pecel ayam/lele tapi rejeki mu emang bagus nak, ada aja yang traktir Bunda. It's not easy to through all the changes Alin... my sweetheart, tetapi Bunda selalu dapat cinta yang terbesar, teromantis dan ter ter lainnya dari Ayahmu!..we never missed a kiss everyday and offcourse a big deep hug, Ayah Alun adalah belahan jiwa Bunda dan sekarang Adik Alin mengisi relung hati Ayah dan Bunda. You are complete our life.

Setiap hari ada aja yang Bunda alami, Adik muter-muter di perut Bunda, ada yang nongol di sebelah kiri perut or kanan, pokoknya seru deh, tapi paling seru kalo kamu gak mau diem perut Bunda bentuknya lucu, just wondering...posisi kamu, itu dengkulmu atau sikutmu...ach adik Alin ..Anak Bunda ... Anak Ayah..it's just amazing to have you in me!

Kehadiran Ayah dan kehadiranmu adalah jawaban dari doa-doa Bunda kepada Allah SWT, Kehidupan Bunda up and down, penuh liku, penuh memory, penuh dengan berbagai kejadian, dan doa-doa yang Bunda panjatkan memberikan jawaban terindah didunia Bunda, kehadiran cinta Ayah Alun dan kehadiran dirimu, our sweet child Alinula!
Bunda punya sebutan dari Ayah... WWW - whipy whipy wife alias istriku yang cengeng..hehehe,
Soalnya, Bunda sering "mewek" kalo disayang Ayah, He is not an ordinary man, Bunda pernah tanya " are you sure you don't have any wing on your back sayaang ?"
He just smile so sweet ...ach!

Adik Alin..senyum manismu dari Ayah ternyata yaa ? ... I just realize that! ...
Upsz! nanti Bunda lanjutin lagi yaaa...Bunda mau check kamu ... takut kamu dah ngompolz...

Sabtu, 23 Agustus 2008

Hello, World!


THE BABY IS A GIRL!

Pada Jumat malam tanggal 22 Agustus 2008 pukul 20.25 WIB, telah lahir Sitta Alinulla Azurea Amama. Putri pertama dari pasangan Fahrul Paja Amama dan Nilla Wahyuni. Dengan berat 2900 gram, panjang 48 cm. Bayi yang mungil memang. Tetapi sejarah senantiasa mencatat bahwa orang besar manapun di dunia, bahkan yang paling berkuasa sekalipun, selalu memulai hidupnya sebagai bayi mungil nan imut.
Alin dilahirkan secara normal, tanpa operasi caesar yang pada zaman sekarang menjadi operasi yang lumrah dilakukan untuk mengurangi resiko kematian ibu dan bayi. Dengan perjuangan bundanya Nilla Wahyuni, dibantu oleh dokter, bidan dan paramedis, terlahirlah Alin ke dunia setelah proses mengejan, mengerang, menarik nafas dalam berulang-ulang, selama kurang lebih 15 menit.
Alin hampir saja dilahirkan lewat proses vacum kalau saja bunda Nilla mengendorkan perjuangannya untuk melahirkan secara normal. Maklum, meski sudah pembukaan 10 dan ketubannya telah dipecahkan oleh suster, kepala Alin masih jauh dari bibir vagina. Perlu perjuangan ekstra untuk mengeluarkan kepalanya sehingga proses persalinan bisa dilanjutkan secara lancar. Belakangan baru diketahui bahwa plasenta yang menghubungkan janin Alin dengan bunda Nilla ternyata cukup pendek. Sehingga gerakan Alin yang juga berjuang untuk keluar dari rahim bundanya menuju dunia luar menjadi tertahan dan tersendat.
Namun, syukur kepada Tuhan, akhirnya proses persalinan berjalan lancar. Dan Alin menjadi satu-satunya bayi di malam itu yang dilahirkan di Rumah sakit Ibu dan Anak Budhi Jaya secara normal.
Blog ini sengaja dibuat sehari setelah Alin lahir sebagai catatan, mungkin akan menjadi jurnal, perjalanan seorang bayi perempuan bernama Sitta Alinula Azurea Amama.

picture was downloaded from http://www.wpclipart.com/cartoon/kids/